Posts

Keriuh-piuhan

Tanpa common sense kita hanyalah gumpalan atom yang mempunyai kerenggangan sekian mikro yang terus menerus bertowaf antara elektron dan proton dihadapan neutron sehingga disebut materi. serta segala senyawa seperti asam , basa ,   ionik , garam , oksida . dll dalam tubuh hanya molekul pasif yang tak  ber- chemistry . Di luar konteks itu aku cuman pengen menyampaikan sesuatu bahwasanya kita terlalu sering bicara bersyukur, etos, etis, dan bla bla bla lainnya tapi lupa dengan hal-hal mikro yang sangat dapat disyukuri, dipahami, diketahui, diamati, dilakukan, direnungi dan di dian lainnya. Kita bicara grand design lingkungan tapi acuh-tak acuh terhadap rumah,kost, atau tempat singgah lainnya. Kita diskusikan revolusi ndakik-ndakik tapi kamar sendiri saja kotor dan kasur berantakan. ingatkah lirik dari lagu oasis - don’t look back in anger yaitu “ ill start revolution from my bed ”.  kita banyak bicarakan iman,ilmu,amal tapi yang diimplementasikan hanya kekuasaan. Kita te...

Renung-Relung Fatum Brutum Amor Fati

 Kita acap kali berpikir bahwa diri kita ini sangat tidak berguna, sering gagal, trouble maker, sering membuat kekacauan. Padahal untuk kita memulai suatu hal saja itu sudah CUKUP BERANI dan LUAR BIASA. Kita mungkin kerap bosan mendengar kata sabar ini lagi, ikhlas lagi, tapi yakinilah hanya ini keyakinan yang kita punya. Ketika orang-orang cukup tahu bahwa kamu setabah itu, setenang itu. Padahal jauh di dalam, sungguh bergemuruh dan gelisah, tidak semua orang bisa menguatkan dirinya sendiri, tidak semua orang bisa bangkit dengan sepasang kakinya sendiri ; selalu ada yang membutuhkan tawaran bantuan, uluran tangan, bahu untuk bersandar, atau tangan untuk digenggam. Jadi, bertahanlah lagi, hingga besok hari atau nanti, mohon jangan pernah bosan ingatkan diri sendiri, lagi. Dari banyaknya kerisauan yang kita semua takutkan, kita harus semakin mengerti jika Tuhan ternyata begitu yakin terhadap pundak kita sendiri. Tidak perlu memaksakan diri, untuk menjadi people pleasure  ...

Tahun Bertambah, Sedang Aku Masih Satu

Setiap orang berjalan lalu diam dengan membawa niat di kepalanya, berbungkus-bungkus. aku melihat sekelilingku impian-impian tumbuh di mata mereka, menembak ke langit dan pecah jadi hawa-hawa gembira di puncaknya.  Sementara takdir masih melingkar tenang di sela tawa yang di dadanya kian memupuk berkah nama Tuhan.  Pesta selalu saja tentang wajah-wajah yang menyilaukan cerita selanjutnya, merekam apa-apa yang riuh-meriah di mata, lalu rebah di kepala yang ranjangnya terbuat dari kapuk-kapuk doa. Tahun bertambah, sedang aku masih satu. Harapan-harapan kembali baru, meski usia rentan dimakan waktu dan tunggu.  Aku masih merawat cinta yang selalu dikepal hati, menyandera segala macam pelukan untuk tubuhku sendiri, menembus belenggu paling menyedihkan yang ditebus jalur nadi sebagai nyali.  Pada riwayat berikutnya, barangkali puncak kemenangan yang dijalankan hidup bukan sesuatu yang kujadikan medali, melainkan sebagai runcing gigi maut yang menuntunku, bersama sosok ya...

Melawan Relasi Agama dan Negara

Permasalahan kemanusiaan yang dihadapi dari zaman ke zaman adalah bagaimana cara mengatur tatanan kehidupan dan siapa yang berperan dalam menata kehidupan tersebut. Kita sering menjadikan agama dan negara sebagai tolak ukur tatanan kehidupan. Agama secara sempit merupakan sistem terpadu, terdiri dari kepercayaan, dan praktik yang berhubungan dengan hal-hal suci. Sedangkan negara merupakan suatu wilayah yang memiliki aturan bertingkah laku masyarakat yang tinggal di dalamnya. Meskipun keduanya acap dijadikan tolak ukur, tak jarang dari keduanya pertentangan dalam kehidupan terjadi. Pertanyaan yang timbul kemudian adalah agama yang dimaksud itu sebagai lembaga? kepercayaan? atau organisasi politik? Kemudian disambung dengan relasi antara agama dan negara atau agama dengan politik? Apakah relasi keduanya hanya berhubungan dengan kekuasaan semata? Dalam coretan ini mungkin tidak akan menjawab secara tersurat namun pembaca berhak dan bebas untuk menafsirkan tulisan radikal ini. Permulaan Pa...

Agama dan Cinta, sebuah coretan

Apa ini? Adakah hubungannya agama dengan cinta? Kuberitahu ya, jelas ada. Banyak! Mungkin ada agama dan cinta ada hubungannya, tapi apakah cinta dengan agama ada? Lah, bukannya di negara kita orang menikah harus se-agama ya? Aturannya menyatakan seperti itu, entah alasannya apa. Sebab yang ku tau cinta tidak beragama hanya saja ia digunakan agama untuk masuk ke dalam jiwa setiap manusia. Bicara cinta, aku menggunakan quotes dari seseorang yang saya lupa intinya kurang lebih begini “Cinta hanya kata-kata” atau “Cinta hanya istilah”. Apa maksudnya? Maksudnya adalah cinta hanya “kata” atau “istilah” untuk menyatakan suatu tindakan, perilaku, atau kata itu sendiri tanpa perlu dimaknai atau diterjemahkan, karena cinta seperti hukum dan pancasila di negeri ini. Yaps! Sifatnya Abstrak!! Sehingga urusan cinta, birkan yang menafsirkan yang sedang merasakannya untuk yang belum, sudah melewati, sedang tidak mengalami atau tidak pernah sama sekali jangan coba-coba menafsirkannya. Kok ada kata “s...

Muhammadku dan Muhammadmu

Dalam permenungan hujan, tidak di tengah gurun  bersaji fatamorgana teringat kisahmu yang menawan dari kisah perang hingga percintaan. Singkatnya, aku mengagumi kamu. Tidak sekedar mengidolakan hanya terbuai pada kisah sejarah dan memutar-mutar ulang mp3 sholawat untuk  memuji. Aku kira lebih dari itu cara mengagumimu, dan caraku mempuisikanmu bertransformasi setiap waktu. Jika aku lebih  tertarik dengan; bagaimana caramu melewati waktu saat sebagian saudara dan warga kota mengucilkanmu?  Bagaimana cara mengendalikan diri saat kamu dihardik tanpa balas menghardik tapi justru memaafkan bukan maaf pura-pura? Bagaimana caramu menyatukan Anshor dan Muhajirin?daripada sekedar melantunkan sholawat dan ikut  komunitas pengidolamu.  Boleh kah jika aku tidak bersholawat? Maksudku tidak nampak melisankan sholawat, namun aku ingin menirumu. Kamu tidak seperti Musa yang congkak, tidak bimbang seperti Yusuf, tidak  juga membuat bahtera, juga tidak perlu membelah la...

SUMPAH AKU PEMUDA YANG INGKAR

  PEMBUKAAN SUMPAH PEMUDA Sumpah aku pemuda yang ingkar!   PERTAMA Kami putra dan putri Indonesia, Mengaku mengikari tumpah darah yang satu Tanah air yang bukan lagi milik kita   KEDUA Kami putra dan putri Indonesia Mengaku berbangsa yang tak lagi satu Bangsa yang terpecah oleh kepentingan   KETIGA Kami putra dan putri Indonesia Menjunjung tinggi bahasa perpecahan Bahasa penuh kebencian dan kebohongan   Lirih tangisan Ibu Pertiwi Meronta diperkosa anaknya sendiri Tanah airnya luluh lantak Diinjak oligarki dan tirani Juga oleh pribumi yang lupa diri Tak bisa dipungkiri, tubuhnya tumbuh di sini, dirawat disini Namun etikanya mencontoh negeri sana   Mudahnya rusuh diadu domba Bhineka Tunggal Ika hanya tinggal kata Maknanya dianggap ketinggalan era Sekarang memang berbeda-beda tetapi tidak satu jua Karena beda kepentingan, katanya.   Sesama anaknya saling menyingkirkan Menikam dan membunuh s...