Posts

Showing posts with the label Imaji

Pasrah

Mataku terpejam rapat Tanganku terlipat Mulutku berkumit Tanganku terjulur ke langit Seperti pendosa yang putus asa Rela terbawa kemana saja Entah neraka atau surga Aslkan ada Dia Aku rela. -amdba

Curhatan Bulan

Selamilah keheningan, maka jawaban akan datang tiba-tiba. Curhatan bulan kepadaku tadi, ia kesepian tapi ia bersyukur kepada Tuhan. Karena sinarnya bisa menaungi para pecinta yang senantiasa terjaga di balik sepi dan sunyinya dunia, ketika jutaan manusia tertidur ia meluangkan waktu untuk berusaha menemukan cahaya ketika dingin udara tak lagi terasa, hingga mata fajar kembali terbuka. Dan pada kalanya ia pamit, meminta maaf karena kopinya tak habis.. ku bujuk bulan agar tak usah kembali, "kau bisa tinggal di kamarku!" Kataku, lalu bisiknya pelan "aku tidak bisa melawan takdir hyj, biarkan aku tidak bertemu matahari yang terpenting kami bahagia bisa menaungi semua mahluk bumi". Aku tertunduk lalu berkata "terimakasih lan atas waktumu". Lalu, dia menyaut "aku yg berterimakasih hyj, jarang2 manusia meluangkan waktu dan peduli kepadaku apalagi saat bintang2 tertutup awan. Kau tau? Aku kesepian". 

Kepada Kopi

Kepada kopi Terimakasih telah menjadi bagian dari hidup menjaga kesadaran tidak redup Hitam dan pahit namun disyukuri Tambah gula atau susu itu selera Bukan untuk diperdebatkan Seperti indonesia, jangan cari perbedaan di sini Terlalu banyak Carilah persamaan, sehingga kita bisa bersatu Menjadi bangsa yang utuh Abdi kepada tanah dan ibundanya Teruntuk Ibu pertiwi dan Ibu bumi Terimakasih dan maafkan kami Yang masih saling menyakiti Sibuk bertengkar bukan mengasihi Sibuk membenci dan lupa mencintai Amdba Kediri, 2 Oktober 2019

Kekosongan

Kekosongan yang berisi, bermakna meng-arti. Sebab Kosong, bukan berarti tidak ada Ia menjelma rupa-rupa Berjumlah tak terjamah Dia, ada sekaligus tak ada . Tanpa kosong Tidak akan ada yang mengisi Tidak akan ada yang mengawali Yang ada hanya lupa diri, sebab sepi dan sunyi sebenarnya adalah sejati -amdba

Kepasrahan

Kepasrahan. Membiarkan diri tenggelam dalam samudera Terseret arus hingga kehilangan arah . Terjebak di palung terdalam Rindu yang semakin karam Menggumpal, kubiarkan timbul-tenggelam Seakan kau lepaskan . Di tengah samudera Dihantam ombak sepi, dipeluk alunan sunyi Tiba-tiba wangsit datang menghampiri Menjawab keresahan yang menjadi-jadi . Di ujung ufuk barat, tengadah mengada Rapalan doa menjadi tuntunan arah Runtutan kejadian yang tak ada habisnya Proses menuju daratan sejati Yang dijanjikanNya kepada para pecinta . Saat ini Aku bukanlah masalalu Belum tentu masa depan Aku adalah yang sedang terjadi . Ada kalanya di suatu masa Kita butuh waktu berdua, menafsirkan rindu, menjeda sendu Hanya kita berdua melengkapi semesta raya. Ba Caruban Nagari, 6 Oktober 2018

Setiap Orang Punya Peran Masing-Masing

Tidak semua orang harus berkompetisi mendapatkan ranking. Tidak semua orang harus mendapatkan profesi yang terkesan terhormat seperti doktor, aparat, dan lainnya. Semua orang berhak bekerja atas passionnya tanpa harus dipaksakan. Jika dia suka mijetin orang yang biarkan dia jadi tukang pijet, kalo ada orang yang suka tanam biarkan ia jadi buruh tani. Selama dia menjadikan passion sebagai pekerjaan, tidak akan ada perebutan kursi semuanya menduduki kursinya masing-masing sesuai dengan porsi yang dimiliki, sesuai dengan peran yang dia pilih. Karena sesungguhnya setiap orang memiliki perannya masing-masing di dunia ini. Jika kau berfikir tidak memiliki peran di dunia ini, kau tidak mungkin lahir.

Pilu Palsu yang Menipu

Ketika pekatnya kopi menenggelamkanku di lautan sunyi. Yang terdengar hanya lantunan syair sucimu. Barangkali luka ku cepat sembuh dengan menghadapMu. Risau yang mengganggu hanya menyempitkan pikirku. Ku tau, bahwa aku adalah wujud ketiadan yang nyata. Aku hanya refleksi dariMu. Tak penting berwujud apa aku dan keadaanku adalah hal yang tidak penting. Iya! Aku hanya bisa hidup dengan cinta dan tidak akan ada tanpa cinta. Karena hidup seluruhnya adalah ibadah maka, Aku mencintaimu. Kekasih, sunyi puncak mabukku dirundung pilu yang palsu, menipuku. Karena kenyataan adalah kesadaran penuh akan kasih sayang dan cinta.

Rahasia Rahsa

Kalau ada orang yang menyakitimu jangan sampai dia tau kalau kau tau dia menyakitimu. Kalau ada orang yang tau aibmu jangan sampai dia tau kalau kau tau dia tau aibmu. Kasian dia. Ada aurat dalam kalimat dan perkataan, tidak semua harus disampaikan. Simpanlah atau ceritakan pada jagat raya lewat suara-suara tanpa kata dengan tersirat tanpa semburat. Bukan lewat mulut, cukup dengan raut dan sunyinya suara hati. -amdba

Mimpi

Jika kau hanya menjadikan impian sekedar mimpi dan mimpi hanya bermakna bunga tidur. Maka, jangan harap kau bisa memetiknya dikala bangun. Mimpi adalah planing atau target, rencana yang kita susun di dalam deepnes (alam bawah sadar) kita anggap dia sudah mekar yang harus dicapai di alam sadar. Dikala bangun saatnya untuk mencari bibit, menanam, dan memupuknya untuk tumbuh dengan subur. Jika berhasil akan ada hamparan bunga yang siap dipetik dan kau bisa bagikan untuk kebahagiaan diri sendiri dan orang lain. Kata kuncinya "syukur dan cinta selepas usaha dan doa". Bermimpilah setinggi langit, tapi tetap tau batasan ketinggian langit yang kau mampu capai. Jangan terlalu tinggi apalagi terlalu rendah. Capailah sesuai Daya yang dimiliki dan terus tingkatkan Daya kita untuk hidup. Semua orang ditakdirkan untuk hidup dan apagunanya hidup jika tidak bahagia. Sebenarnya bahagia itu selalu memerlukan objek atau subjek, iya tapi lebih mudah jika dicapai dengan bersyukur. Simplenya ...

Tidak Harus Tau

Ada banyak hal yang kita tidak perlu tau, tidak harus berprasangka, dan tidak perlu menerka. Cukup serahkan semuanya pada Tuhan dan biarkan menjadi rahasiaNya. Yakinlah, bahwa keputusannya adalah akibat dari apapun yang kamu perbuat. Jangan disesali.

Bersemayam Pada Malam

Aku bersemayam dalam malam, pada udara yang dingin, pada cahaya rembulan yang temaram, dan bintang-bintang yang bergemerlapan, bahkan lebih gemerlap dari perhiasan jasadmu, apalagi taburan uangmu. Hingga aku tenggelam akhirnya karam pada kelamnya malam. -amdba

Taman Bunga atau Padang Pasir

Keindahan terletak pada prespektif. Kadang prespektif meluluh lantakkan nilai murni dari sesuatu objek atau subjek. Tidak adalagi taman bunga di hati ini, yang tersisa hanya hamparan padang pasir luas yang ditumbuhi kaktus. Indah atau tidak? Itu terserahmu

Palung Rindu

Aku terjebak di palung rindu yang menenggelamkanku diantara hormon-hormon kebahagiaanmu. Namun, badai dan ombak berhasil menyapuku hingga terdampar di tepi pantai. Sialnya hingga kini aku masih bingung antara mencari jalan pulang atau kembali menyelam. -amdba

Laku lelana

Perjalanan ini kuanggap suci. Karena perjalanan ini bertujuan untuk menemukan satu persatu kebodohanku. Karena semakin aku tau, semakin aku tidak tau.

Awan Mendung

Pada akhirnya awan mendung kembali membumbung sang langit kembali berkabung. Air yang jatuh bukan membasahi tanah, tapi pipi seorang perindu yang tangannya senantiasa terbuka untuk mengadah doa, membujuk Tuhan dengan mesra, dan rela insomnia untuk menjadi perindu yang meronda bagi alam semesta.

Fanaku Abadi karena Aku Materi

Semua yang ada di alam semesta yang berwujud materi dan yang tersusun dari atom adalah fana. Dan kita tidak bisa berharap kepada materi karena materi selalu bergerak dan berubah. Harapan hanya bisa disandarkan kepada sesuatu yang bukan materi, satu-satunya sesuatu yang bukan materi adalah Tuhan. Dzat yang Maha segalanya.. karena dia bukan materi maka, dia Abadi. Dan kita sebagai mahluk hidup dan materi lainnya salah satu yang abadi adalah "kefanaan" kita. -Amdba

Pandangan sejati

Hanya orang buta yang sanggup dan terbiasa melihat dunia dari kesejatian mata tanpa terkontaminasi prasangka. Kenapa? Karena mereka tidak mengandalkan mata, tapi hati yang berupa rasa. -Amdba

Baik-baik

Mimpimu hidup bahagia, tapi setiap hari kau menyakiti orang lain. Yang berbuat baik saja belum tentu dibalas dengan baik bagaimana dengan yang berbuat tidak baik? Bangunlah.. -Amdba

Tentang merdeka

Merdeka untuk diri sendiripun aku belum mampu. . Selama masih diperbudak oleh selain Tuhan, aku belum merdeka . Selama masih dijajah oleh nafsu dan belum bisa mengontrolnya, aku belum merdeka . Seseorang petapa berkata kepadaku bahwa merdeka sejati adalah ketika sukmamu sudah tidak bersemayam dalam wujud kakumu

Suwung

Di tengah sepi Di tengah sunyi Hitam pekat yang tampak Gelap gulita tak terjamah Terang dalam gelap tak kusangka Hampa Kosong yang berisi . Dia adalah Dia sebab Dia kepastian Dia tak terduga Dia mutlak Awal yang akan sekaligus mengakhiri segalanya. Amdba Cirebon, 25 Agustus 2018