Posts

Showing posts from January, 2024

Puncak Kepergian

  Aku hanya mencoba membuat hidup menjadi lebih sederhana. Seperti jika hanya untuk membuang penat tak perlu harus ke Bali atau Karimun dan menambah masalah baru setelahnya. Termasuk keinginanku mengunjungi rumahmu. Agar keinginan ini tidak mengganggu hari-hariku, apalagi saat malam hari sebelum tidur. Maka aku harus ke rumahmu. Aku harap kamu maklum. Setelah itu, bahkan aku belum merencanakannya. Jika begini, entah aku harus menghardik atau memuji Kartini, Aminah Wadud, serta Jeanne d'Arc. Karena mereka memperjuangkan agar wanita bisa dan berani mengambil keputusan. Lalu apa yang membuat kamu berat mengambil keputusan, dengan sekalimat jawaban, "Tak usah datang ke rumahku! ." Aku pun maklum dengan caramu menolak. Entah alasan karena aku tampak memikat, atau karena aku hanya alenia yang tak perlu kamu simak, atau karena alasan lain yang apa aku tidak mau menduganya, yang pada akhirnya keputusanmu, kamu ingin aku jangan sampai mengetuk pintu rumahmu. Keinginanku, d...

Firasat

  Aku pamit. Dari kejauhan aku melihat awan hitam. Bergulung Berkendara angin menuju kemari. Aku tak bisa menghitung pasti kecepatannya. Di atasnya, Kilatan cahaya bergantian, saling berkejaran menyapa bumi. Merubah dedaunan menjadi merah api. Entah Thor, Zeus, atau Indra. Atau inkarnasi ketiganya. Aku hanya tahu, itu tanda petaka. Aku pamit. Bukan badai atau gemuruh gempa yang aku takutkan. Sedangkan congkak dalam tubuhmu yang renta Tak akan mampu mengembalikannya. Karena sejak Saturnus mencumbu Dewi Bulan Miliaran tahun silam. Congkak dan rasa bangga selalu mendatangkan masalah. Pula Galileo, sampai Leonardo. Bahkan ketika sajak-sajak Rumi, Chairil, dan Kafka merubah rotasi bumi. Congkak adalah sumber malapetaka. Aku pamit. Yang aku tahu Kau tak pernah berkenalan dengan Sokrates, Plato, Gauthama, apalagi Hermes. Kau hanya tahu Ghazali dan Jailani, yang sudah kau sangka kebenaran hakiki. Hingga kau congkak setengah mati. Aku pamit. Firasatku lebih...