Posts

Showing posts from February, 2026

Tahun Ketiga: Belajar Bernapas Tanpa Suara

Tahun ketiga sejak ayah pergi sunyi tak lagi menjerit, ia belajar duduk manis di sela dada, menjadi denyut yang tak terlihat namun setia. Dulu, kehilangan terasa seperti laut yang menelan arah. Kini, ia seperti sungai yang mengajarkanku mengalir, meski batu-batu tetap melukai kaki. Ayah, namamu kusebut dalam diam yang panjang dan khusyuk. Bukan untuk memanggilmu pulang, melainkan agar aku ingat: aku pernah dicintai tanpa syarat, tanpa jeda. Para Mursyid berbisik padaku: yang kau sebut wafat hanyalah yang berganti rupa. Cinta tidak mengenal kubur, ia hanya berpindah alamat dari pelukan ke dalam doa. Pada tahun ketiga, air mata tidak lagi jatuh sembarang. Ia turun dengan adab, seperti sujud yang tahu arah. Aku mengerti kini: Tuhan tidak mengambil untuk menyiksa, Ia mengosongkan agar diri ini bisa diisi dengan keikhlasan yang lebih luas. Aku mulai menemukan ayah di hal-hal kecil: pada kesabaran yang tiba-tiba hadir, pada langkah yang tetap maju meski gemetar, pada keberanian untuk berhara...